Perbedaan Istilah Pedagang Online yang Perlu Diketahui

Saat ini, online shop merupakan salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan dan sudah mulai banyak digandrungi oleh sebagian besar masyarakat. Bagaimana tidak? Hanya dengan berbekal laptop, ponsel, dan akses internet, tanpa perlu mengeluarkan modal besar, kamu sudah bisa mendapatkan penghasilan yang fantastis. Bukan hanya itu saja. Usaha online shop juga sangat digemari karena bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun, sehingga sangat fleksibel dan tidak perlu datang ke kantor setiap hari. Bisa dikerjakan sambil bebersih rumah, tiduran di kasur, kuliah, mengurus anak dan sebagainya.

Seiring dengan berjalannya waktu, online shop ini bukan hanya orang-orang yang menjual barang mereka secara online saja, melainkan juga mulai bermunculannya istilah-istilah baru yang perlu diketahui, khususnya bagi kamu yang tertarik untuk memulai membuka online shop. Istilah-istilah apa sajakah itu?

Istilah Pedagang Online

1. Preorder

Pernah mendengar istilah ini? Bagi kamu yang sering membeli barang-barang secara online mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah preorder atau PO. PO merupakan penjualan barang yang belum diproduksi dan baru akan diproduksi berdasarkan pesanan dari konsumen. Selain itu, istilah preorder juga berlaku untuk pemesanan barang dengan stok yang belum tersedia atau belum dikirim oleh supplier.

Nah, bagi kamu yang memiliki modal terbatas, bisnis PO ini sangatlah cocok, karena kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk untuk membeli produk atau sebagai ready stock. Biasanya, banyak orang yang menerapkan ini untuk barang-barang yang berasal dari luar negeri. Ada baiknya pula agar kamu juga selalu meminta full payment untuk para konsumen guna menghindari risiko terjadinya penipuan atau hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

2. Dropship

Pada dasarnya, istilah dropship memiliki konsep seperti penjualan ulang. Hanya saja, dropship ini bertugas sebagai perantara saja. Kamu tidak akan terikat kepada jumlah barang yang harus dibeli. Selain seorang dropship tidak perlu mengeluarkan modal yang besar, ia pun juga dapat dengan bebas menaikan harga barang demi mendapatkan keuntungan. Bisa kebayang kan berapa keuntungan yang dapat dihasilkan oleh seorang dropship?

3. Reseller

Mungkin ini merupakan istilah paling lumrah bagi siapapun yang gemar berbelanja online atau mencari peluang usaha di ranah bisnis online. Sama halnya dengan dropship, reseller juga memiliki konsep penjualan ulang. Hanya saja, bila dropship berperan sebagai perantara, maka reseller benar-benar menjual ulang suatu barang. Mereka juga harus mengeluarkan modal untuk untuk membeli barang-barang dari supplier dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan.

Apa sekarang kamu sudah mulai paham mengenai istilah yang sering digunakan oleh para penjual online? Atau kamu tertarik untuk mulai menggeluti bisnis online shop ini? Sebelum memulai, ada baiknya bila kamu mengetahui pula keuntungan dan kerugian dari masing-masing istilah ini. Mau tahu keuntungan dan kelebihannya? Yuk kunjungi https://www.cekaja.com/info/beda-istilah-pedagang-online-preorder-dropshiper-dan-reseller-yang-perlu-kamu-tahu/